Senin, 22 Agustus 2016

JENIS-JENIS PENYAKIT AIN

PENYAKIT AIN TERBAGI MENJADI DUA BAGIAN



  1. Penyakit 'Ain Insaniyah, yaitu penyakit pengaruh pandangan mata yang disebabkan murni oleh pengaruh pandangan mata manusia.
  2. Penyakit 'Ain Jinniyah, yaitu  penyakit pengaruh pandangan mata karena disebabkan adanya campur tangan gangguan jin. 'Ain  Adalah  Bagian Dari Takdir


Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis, yaitu ‘ain insi atau ‘ain yang berunsur manusia, dan ‘ain jinni atau ‘ain yang berunsur jin.

Diriwayatkan dengan shahih dari Ummu Salamah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata,”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain. (Dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim,Al-Hakim,Abu Nu’aim dan Al-Isma’ili dalam Mustakhroj-nya serta Ath-Thobroni)

Al-Hus’ain bin Mas’ud Al-Farro berkata: Adapun sabda beliau “sa’fatun” yang berarti kusam adalah bermakna “Nadzrotun”, yaitu terkena ‘ain dari unsur jin.

Bayi yang baru lahir dan anak-anak sangat rentan terkena penyakit ‘ain. Apalagi jika bayi atau anak itu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki bayi atau anak yang lain, seperti kelucuannya, rupanya yang manis, kesehatannya, dan lain-lain yang mengundang perhatian siapa saja yang melihatnya.

Adapun diantara tanda-tanda anak yang terkena pengaruh buruk ‘ain adalah :

Pertama, Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung berhenti, kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.

Dalam shahihul Jami’ disebutkan bahwa Aisyah radhiyallohu ‘anha berkata: “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata, ”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?”

Kedua, Kondisi tubuh yang sangat kurus kering

Sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Ahmad dan Baihaqi, dari Jabir rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam memberi rukhshoh atau keringanan bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab: “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘ain.” Nabi bersabda, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!”

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat.

Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.

Aisyah radhiallahu anha berkata,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

“Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?)”[3]

Bisa juga gejalanya bayi menjadi sangat kurus kering,

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

Dari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!”[4]

Ain bisa mengena ke barang

‘Ain tidak hanya bisa menimpa pada orang, tapi juga bisa mengena ke barang, misalnya : ada mobil baru, lantas kita memujinya, baik dengan kebencian maupun sekedar kekaguman biasa. Hal itu bisa menyebabkan kecelakaan/mobil tabrakan. Oleh karena itu, biasakan melindungi barang-barang kita dengan kalimat “Masya Allah Tabarakallah”, misalnya dengan menempel tulisan pada rumah, mobil, dan harta benda kita yang lainnya.

Anda bisa Menimpakan ‘Ain kepada Orang yang Anda cintai
Dari awal kita sudah menjelaskan bahwa penyakit ‘Ain tidak hanya berasal dari pandangan jahat, tapi bisa juga dari pandangan penuh kekaguman terhadap apa yang kita cintai, misalnya : kepada anak, suami, istri, barang-barang kesayangan, dan lain sebagainya. Meskipun Anda tidak memiliki penyakit ‘Ain, tetap harus hati-hati, pastikan mengucapkan “Masya Allah  Tabarakallah” ketika memuji anak, istri, suami, atau barang kesayangan Anda. Dari Abu Said ra, Jibril as. mendatangi Nabi Muhammad Saw. Kemudian bertanya:“Wahai Muhammad, apakah kamu mengeluh (sakit)?” beliau menjawab,”iya.” Kemudian Jibril membaca yang artinya:”Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu dan dari kejahatan segala makhluk atau kejahatan mata yang dengki. Allah-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu.”

Dari Abu Said Al-Khudri ra. Dia berkata:” Dahulu rasulullah Saw. meminta perlindungan dari penyakit ain yang berasal dari jin dan dari manusia. Kemudian saat turun Al-muawwidzatain, beliau pun menggunakan keduanya dan meninggalkan selain itu.” (HR. AT-Tirmidzi).  Hadits tersebut menunjukkan bahwa perlindungan dari ain itu sudah cukup dengan Al-muawwidzatain.

Ketika Rasulullah Saw, masuk menemui Ummu Salamah ra. Beliau melihat pada budak perempuannya, ada tanda hitam akibat ain jin, beliau langsung bersabda:“Mintalah ruqyah untuknya, karena ia terkena ain dari jin.” (HR. Bukhori Muslim).

Penyakit ‘ain, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“Dan ‘ain itu adalah pandangan suka disertai hasad yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang itu tertimpa suatu bahaya.” [Fathul Bari, 10/200]‎

Bagi anda yang membutuhkan terapi bekam di Bandung silahkan klik disini

Lokasi: Jl. A.H. Nasution No.67, Jatihandap, Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat 40291, Indonesia

0 komentar: