Selasa, 23 Agustus 2016

KISAH-KISAH ORANG BERMATA TAJAM

KASUS PENYAKIT AIN DAN PENYEMBUHANNYA







Oleh Syaikh Wahid Abdus Salam Bali

Ibrahim bin ‘Abdullah Al Hazami dalam bukunya “Al ‘Ainu Haq Bahaya Mata yang Menghancurkan” memberikan kisah-kisah tentang dampak ‘ain yang dapat mempengaruhi bahkan membahayakan makhluk hidup bahkan alam sekitarnya.

Menimpakan ‘Ainnya hanya dengan Mendengarkan Suara Korban

Al Ashmu’I berkata:”Aku telah melihat seseorang yang bermata tajam mendengarkan suara sapi sedang diperah.Dia terkegum-kagum dengan derasnya pancaran air susu itu.lalu ia bertanya,”Sapi jenis apa ini?Orang-orang menjawab,”Jenis anu”,seraya menyebutkan jenis yang lain dan menyembunyikan jenis Sali sapi itu.namun yang terjadi justru kedua sapi tersebut malah mati,baik yang disebutkan jenisnya maupun yang disamarkan (disembunyikan).”

Al Ashmu’I berkata:”Aku mendengar ia berkata:Jika aku melihat sesuatau yang mengagumkanku,maka aku merasakan panas keluar dari mataku.”(lihat Al Jami’li Ahkami Qur’an,oleh Al Qurthubi 9/227)

Memecah Batu dengan ‘Ain

Abu Said bin ‘Abdul malik bin Qarib berkata:”Dahulu,di daerah kami ada dua orang laki-laki yang menimpakan ‘ain kepada orang-orang.Salah satu dari kedua orang itu melewati lempengan batu seraya berkata:”Demi Allah,aku tidak pernah melihat yang seperti ini.”Maka terbelahlah batu itu menjadi dua,lali keluarganya mengambil batu tersebut dan mengecornya dengan besi.Dia melewatinya lagi untuk kedua kali lalu dia berkata dengan menyumpahi batu tersebut maka pecahlah batu itu menjadi empat bagian.

Menghilangkan Pengaruh Pandangan Mata yang Menyebabkan Unta terjatuh dengan Kekuatan Ruqyah

Ibnul Qayyim menuturkan kisah aneh tentang berbaliknya pengaruh ‘ain kepada pelakunya.beliau berkata:”(cerita ini) dari Abu ‘Abdullah As Saji, bahwa dia sedang dalam perjalanan haji atau perang. Saat itu dia mengendarai seekor unta yang besar. Diantara rombongan mereka ada orang yang bermata tajam. Setiap kali orang itu memandang saesuatu,yang dipandang pasti binasa. Hal tersebut dikabarkan kepada Abu ‘Abdullah supaya Abu ‘Abdullah berhati-hati. Mereka mengatakan,”Lindungilah unta anda dari seorang yang bermata tajam.”lalu Abu ‘Abdullah menjawab:”Dia tidak bisa mencederai ontaku.”Ketika perkataan Abu ‘Abdullah disampaikan kepada orang bermata tajam tadi, maka orang tersebut mencari kesempatan pada saat Abu ‘Abdullah tertidur. Diam-diam orang itu mendatangi unta Abiu ‘Abdullah dan memandangnya, maka gemetarlah unta itu dan terjatuh. Abu ‘Abdullah datang ketempat itu setelah dikhabari bahwa ontanya telah disatroni orang yang bermata tajam seperti yang terlihat. Lalu Abu ‘Abdullah berkata:”Tunjukkan kepadaku orang itu!”Ketika orang bermata tajam tersebut diperlihatkan kepada Abu “Abdullah.Maka Abu ‘Abdullah pun berdiri di depannya seraya membaca doa ruqyah:

“Dengan menyebut nama Allah, ada seseorang yang telah menahan,ada batu yang amat keras,dan ada api terlempar membara.Aku kembalikan ‘ain itu kepada pemiliknya dan kepada orang yang paling dia cintai (Maka lihatlah berulang-ulang,adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat,dan penglihatanmu itupun keadaan payah).(Al Mulk:3-4)
Maka keluarlah biji mata laki-laki tersebut dan hilanglah pengaruh ‘ain orang yang bermata tajam itu,dan unta kembali berdiri dan sehat sedia kala.(lihat Zaadul Ma’ad 4/174)

Sembuh Karena Orang yang Menimpakan ‘Ain Mati.

Aku (Ibrahim bin ‘Abdullah Al Hazami) mendengar almarhum ayahku bercerita bahwa ada seseorang di Balidah,hidup dalam keadaan buta selama lima belas tahun.Anak perempuannya selalu mengantarkannya kedalam masjid khususnya pada malam hari.Pada suatu malam orang tersebut bangun untuk melakukan shalat subuh,tiba-tiba dia bisa melihat bintang,dinding dan tempat air yang biasa dia gunakan untuk berwuduk.Ketika dia masuk ke dalam masjid,dia dapati orang-orang mengumumkan shalat jenazah untuk fulan,dan ternyata orang yang meninggal itu semoga Allah meridoinya adalah orang yang berpenyakit ‘ain.

Anak Berhenti berbicara

Ustadz Wahid Baaliy berkata:dahulu ada seorang anak yang fasih, ucapannya menyentuh,pandai dan terpandang di antara kawan-kawannya. Anak itu masih sekolah dijenjang SLTP.Dia sering diperbincangkan dalam berbagai acara dan resepsi.
Pada suatu hari ada salah seorang anak desa ada yang meninggal,lalu anak ini pergi untuk berta’ziyah bersama keluarganya.Dia memuji Allah dan menyanjung-Nya,kemudian menyampaikan nasehat kepada orang-orang.Pada sore harinya ternyata anak ini menjadi bisu. Ayahnya sangat terkejut,lalu membawanya kedokter.Para dokter mulai mengobatinya dan melakukan apa saja yang dapat menolongnya akan tetapi tidak ada hasil.

Lalu ayah itu dating kepada saya.Ketika aku melihat anak itu,aku hampir menangis karena aku tahu persis aktifitas keislaman anak ini untung aku dapat menahan diri,lalu aku bertanya pada anak itu tentang apa yang terjadi.Anak itu diam saja,lalu ayahnya menceritakan kisahnya padaku.
Dari cerita itu aku mengetahui bahwa anak tersebut terkena ‘ain,lalu aku meruqyahnya dengan membacakan Surat An-Naas dan Al alaq.Kemudian aku memberikan air yang sudah aku ruqyah dan berpesan kepada Ayahnya supaya anak ini minum dan mandi dengan air tersebut selama tujuh hari dan setelah itu supaya datang lagi padaku.
Tujuh hari kemudian anak itu datang lagi kepadaku. Dia sudah ceria dan fasih kembali seperti semula,lalu aku mengajarkan kepadanya doa perisai untuk dibaca pada waktu pagi dan sore supaya dia terlindun dari ‘ain.
(Dituturkan oleh Wahid Baaliy dalam kitabnya:Ash-Sharimul Battar fit Tashaddi lis-sihiril Asyrar,halaman:251)

Memecahkan Piring dengan ‘Ain

Al Ahmari,seorang siswa SMU,sehari-harinya ia menyaksikan sekelompok kawan-kawannya yang sedang berkumpul sambil tertawa-tawa. Kemudian dia bergabung dengan mereka untuk mengamati, apakah ada salah seorang dari kawannya yang menghasud dengan ‘ainnya. Dia (Al Ahmari) melihat ada seorang anak kecil penghasud sedang melakukan hal yang sangat remeh, tetapi hampir tidak dapat dipercaya, yaitu jika dia melihat mangkuk makanan di tangan seseorang, maka mangkuk itu langsung jatuh dan pecah. Anak kecil tersebut pernah mengakui perbuatannya itu,dia berkata,”Aku akan melakukan ini.”dan ternyata dia memang melakukannya (menjahili orang lain dengan ‘ainnya). Sejak itu kawan-kawannya tertawa-tawa melihat perbuatannya dan bermain dengan barang-barang milik orang. Padahal seorang muslim seharusnya tidak seperti itu,akan tetapi setiap melihat hal-hal yang membuat perasaan tertarik harusnya berkata: MaasyaAllah

Menghentikan Kereta

Dikisahkan bahwa pada zaman penjajahan inggris ada seorang kakek yang berpenyakit ‘ain ikut serta dalam rombongan saudagar untuk memberli onta dan sapi dari negeri-negeri tetangganya. Ketika mereka melewati negeri mesir, mereka membawa banyak onta. Jumlah onta itu sangat banyak hingga memenuhi gunung yang dilintasi kereta, pemilik unta itu kesulitan menjauhkan unta dari rel kereta karena kereta bisa lewat kapan saja. Yang paling rawan adalah kalau sampai unta itu tertabrak kereta, maka inggris akan merampas unta dan memberi denda yang berlipat ganda. Orang tua itu merasa tenang ketika kereta tak kunjung datang, dan apabila datang juga dia akan melakukan sesuatu yang dapat menghentikannya. Seketika itu datanglah kereta dari kejauhan dengan suara klakson yang keras. ketika kereta semakin dekat,orang tua ini mengarahkan pandangannya yang tajam kearah kereta, seketika itu juga kereta semakin melemah dan suaranya juga semakin kecil dan akhirnya berhenti. Kereta itu baru bergerak lagi setelah unta-unta itu menyeberang rel semuanya.Ketika pemilik unta itu sudah merasa tenang orang tua ini mengarahkan pandangannya kearah kereta dan meniup ke udara,fuh-fuh lalu kereta jalan kembali. (Al Masaiyah,oleh Ali-Majid)

Kisah Paulus Pie

Dikisahkan oleh pemuka-pemuka gereja di Italia bahwa Paulus Pie IX bunuh diri disebabkan ia memiliki keyakinan bahwa dirinya bermata tajam, dan bahwa dia menjadi penyebab matinya ratusan orang, yakni karena pandangan yang lama pada mereka.

Kisah Raja Alphonse

Begitu pula dikisahkan bahwa raja Spanyol Alphonse XIII adalah pemilik mata tajam yang jahat. Pada tahun 1923M dia mengadakan kunjungan resmi ke Italia. Pihak Istana Italia mengadakan penyambutan secara resmi. Akan tetapi sambutan ini memakan banyak korban dari pasukan angkatan laut Italia, yakni terjadinya ledakan besar di salah satu kapal selam yang dilibatkan dalam penyambutan resmi ini. juga meledaknya bom yang digunakan untuk menyambut kedatangan raja Spanyol ini sehingga membunuh orang-orang yang ada disekitarnya. kemudian salah seorang dari pasukan laut yang disalami raja kemudian jatuh sakit setelah salaman ini, dan tidak lama kemudian dia pun mati. Juga dikisahkan bahwa ketika raja yang ganas ini menuju laut Gleno, tiba-tiba bendungan yang ada di sana runtuh yang mengakibatkan matinya lima puluh orang karena tenggelam dan lima ratus orang kehilangan tempat tinggal.
Menurut sebuah berita bahwa dictator Italia Mussolini sangat takut kepada ‘ain sehingga dia menolak bertemu dengan raja Spanyol Alphonse XIII tersebut. Jalinan politik kedua Negara dilakukan melalui utusan (duta) yang tidak lazim dilakukan. Semua itu untuk menghindari pertemuan dengannya.


Kisah 'Ain Dari Dalam Negeri


KECELAKAAN kembali menghebohkan dunia penerbangan. Kali ini pesawat tempur TNI AU, F16 terbakar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Kamis (16/4) pagi sekitar pukul 08.30.

Nomor pesawat yang jatuh itu TS-1643. Menurut  Kepala Urusan Penerangan Pasukan dan Umum Halim Perdanakusuma Mayor Dodo Agusprio F-16 itu gagal lepas landas lalu terbakar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.  Para petugas pun langsung berupaya memadamkan api yang membakar pesawat. Beruntung pilot berhasil menyelamatkan diri dan kini sedang dirawat.

Menurutnya, pesawat tersebut akan melaksanakan misi Fly Pass dari Halim Perdanakusuma menuju Markas Besar TNI dan kembali ke Halim Perdanakusuma. Rencananya pesawat itu akan terbang di atas Presiden Joko Widodo yang tengah berada di Mabes TNI Cilangkap untuk mengikuti upacara pengangkatan dirinya sebagai anggota kehormatan TNI.

“Pesawat saat itu tak mau naik, lalu terbakar dan sempat terjadi ledakan,” kata Dodo seperti dilansir CNN Indonesia.

Adakah kaitan antara robohnya crane di Makkah dengan kedatangan Jokowi? Ustadz Perdana Akhmad, ustadz yang terkenal sebagai peruqyah dan sering tampil di layar kaca ini punya padangan berbeda. Mungkinkah Jokowi menderita penyakit ‘Ain (mata jahat -red)? Berikut ini pernyataan beliau sebagaimana kami kutip dari akun Facebook beliau:

Ustadz: Bisa Saja Jokowi Derita Penyakit Mata Jahat, Membuat Orang Jatuh dari Tempat yang Tinggi?

POSMETRO INFO - Adakah kaitan antara robohnya crane di Makkah dengan kedatangan Jokowi? Ustadz Perdana Akhmad, ustadz yang terkenal sebagai peruqyah dan sering tampil di layar kaca ini punya padangan berbeda. Mungkinkah Jokowi menderita penyakit ‘Ain (mata jahat -red)? Berikut ini pernyataan beliau sebagaimana kami kutip dari akun Facebook beliau:

Ada beberapa peristiwa yang aneh ketika JOKOWI berada di acara dan kegiatan penting, peristiwanya adalah :

1. Pesawat tempur TNI AU, F16 terbakar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Kamis (16/4) pagi sekitar pukul 08.30 pada saat acara pembaretan JOKOWI. (jpnn.com)

2. Anggota Denjaka, Sertu Marinir Ilyas Hasan Kamis (16/4) pagi. Maksud hati ingin memamerkan kemampuan di depan Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam aksi simulasi penyelamatan orang penting dari sekapan teroris, Ilyas malah jatuh dari ketinggian 15 meter, atau sekitar 2/4 dari gedung Plaza Mabes TNI. (jpnn.com)

3. Musibah menimpa jamaah haji di Masjidil Haram, Makkah. Akibat badai, sebuah crane jatuh dan menimpa para jamaah haji. Dikabarkan sedikitnya 65 orang tewas dan 80 luka-luka. Saat peristiwa nahas itu terjadi, Presiden Joko Widodo baru mendarat di Jeddah, Arab Saudi untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke tiga negara di Timur Tengah. (merdeka.com)

Saya melihat peristiwa musibah dalam kacamata Ilmu Ruqyah, merupakan bentuk kekuatan negatif ‘ain (mata) yang dapat saja diderita Jokowi. Jokowi dengan kekagumannya yang berlebihan dapat saja telah membuat jatuh orang orang atau benda-benda yang berada ditempat yang tinggi.

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Mata adalah benar, dapat membuat orang jatuh dari tempat yang tinggi.” (Diriwayatkan oleh oleh Ahmad, Thabrani, dan al-Hakim, dan di-hasan-kan oleh al-Albani di dalam as-Silsilah Shahihah (1250))

Penyakit ‘ain dapat saja diderita Jokowi, jika dia melihat sesuatu kejadian orang atau benda lalu pandangan Jokowi bercampur dengan kedengkian dan tabi’at Jokowi buruk maka akan menimbulkan kesialan bagi orang, benda bahkan alam sekitarnya hingga pesawat jatuh, aksi simulasi dari ketinggia gedung anggota Denjaka jatuh, terakhir Crane jatuh selalu bertepatan Jokowi berada didekat kejadian..

Al-Hafizh Ibnu Hajar Berkata:” Hakikat mata ialah pandangan yang baik bercampur dengan kedengkian dari seorang yang bertabi’at buruk sehingga terjadilah bahaya pada orang yang dilihat.” (Fathul Bari (10/200))

Alhamdulillah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bertindak cepat dengan melarang Jokowi untuk umroh jika memang ternyata Jokowi menderita penyakit ‘ain maka akan menimbulkan musibah lain yang lebih besar lagi. (tribunnews.com)

http://www.posmetro.info/2015/09/ust...yakit.html?m=1

Selain kisah itu ada lagi kisah dari jawa yang mengatakan bahwa sebuah rumah mewah yang baru dibangun runtuh setelah dipandang oleh seseorang yang diduga memiliki penyakit ain.

Jika kita melihat kisah-kisah diatas dan dikaitkan dengan hadits dibawah ini tentu sangat erat kaitannya, dan kita harus percaya dengan keberadaan ain, sehingga tidak ada diantara kita yang menganggap bahwa penyakit ain itu khurafat atau takhayul. Berikut hadits-hadits yang berkaitan dengan bahaya 'ain   :

*. Dari Asma’ binti Umais Radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja’far terkena ‘ain. Bolehkan saya meruqyah mereka?” Lalu Rasulullah berkata, ”Ya, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului qadha (keputusan Allah) tentu ‘ain telah mendahuluinya.”( HR. Ahmad (6/438) dan at-Tirmidzi (2059) dan dia berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih”)

*. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ain adalah benar dapat menjatuhkan orang yang berada di atas.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan al-Hakim dan ia adalah hadits hasan). Maksudnya pengaruh ‘ain dapat menjatuhkan orang dari atas gunung (tempat) yang tinggi.

*. Dari Jabir RA, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ain dapat memasukkan seseorang ke dalam kuburan, dan dapat memasukkan unta ke dalam panici.” (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah dan al Albani mengatakan hadits hasan dalam Shahih al-Jami’ no. 4023). Maksudnya bahwa ‘ain dapat mengenai seseorang lalu membunuhnya sehingga ia mati dan dimakamkan di dalam kubur, dan dapat mengenai unta sampai hampir mati, lalu disembelih dan dimasak di dalam panci.

*. Dari Jabir bin Abdullah Rhadhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kebanyakan orang yang mati dari umatku setelah keputusan Allah dan takdir-Nya adalah karena ‘ain.” (HR. al-Bukhari dan lainnya)


Wallaahu 'Alamu Bishawab

Bagi Anda yang membutuhkan terapi bekam di bandung silahkan klik disini

Lokasi: Jl. A.H. Nasution No.67, Jatihandap, Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat 40291, Indonesia

0 komentar: